Saat pekerjaan mulai menumpuk, maka imbasnya akan terasa pada kehidupan sosial Anda. Selain itu tekanan mental dari kebanyakan bekerja dan kurang relaksasi akan berdampak buruk dengan gaya hidup Anda, seperti ketergantungan pada zat adiktif, obesitas, serta menurunnya semangat dan gairah hidup. Stres berlebihan juga merupakan salah satu penyebab terbesar dari timbulnya gangguan fisik seperti sakit kepala, gangguan jantung, sakit maag akut, dan lain-lain.

Dari sisi perusahaan, mempekerjakan seseorang yang “gila kerja” memang terlihat menguntungkan. Padahal, pegawai yang stres dan terlalu letih tidak akan bisa memberi performa kerja maksimal. Kurangnya energi untuk memberikan perhatian ekstra pada pekerjaan akan mengakibatkan produktivitas dan kualitas kerja menurun, semisal sering absen sakit, sering terlibat konflik, dan lainnya.

Stres akibat pekerjaan umumnya terjadi memang karena kita tidak perform atau behind target.  Kenapa tidak perform?  Ada unsur makro dan mikro. Banyak yang menyalahkan unsur makro, misalnya penurunan ekonomi dan banyaknya tantangan di pasar bebas. Lainnya karena bos yang menyebalkan atau tidak cocok dengan rekan kerja.  Makanya, banyak karyawan yang resign bukan karena perusahaan, tapi kebanyakan karena ketidak cocokan dengan bosnya. Jadi, penting sekali menjaga supaya tidak stres agar work-life balance tetap terjaga.

Berikut adalah efek negatif yang akan timbul saat Anda sudah terserang sindrom “Gila Kerja”.

  • Kehidupan sosial Anda kacau. Anda sering menolak ajakan keluar atau membatalkan janji demi pekerjaan Anda. Teman-teman dan keluarga Anda juga tidak ragu menjuluki Anda ‘workaholic’.
  • Sesibuk atau sekeras pun bekerja, Anda merasa bahwa pekerjaan tidak ada habis-habisnya. Akibatnya, Anda jadi sering lembur atau membawa pulang pekerjaan yang ujungnya malah semakin mengganggu keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda.
  • Kelelahan yang Anda rasakan tidak seperti lelah sehabis aktivitas fisik, melainkan lelah lemas seakan energi terkuras habis.

    Anda sering merasa lelah, baik fisik maupun mental. Kelelahan yang Anda rasakan tidak seperti lelah sehabis aktivitas fisik, melainkan lelah lemas seakan energi terkuras habis. Selain itu, Anda mungkin mulai tidak memikirkan kesehatan sehingga mudah lesu dan cepat kehabisan energi.

  • Kondisi mental Anda tidak karuan. Anda mudah marah dan tersinggung, bahkan untuk hal-hal yang sepele. Ini mungkin disebabkan oleh stres berlapis yang menyerang dari segi pekerjaan yang bertumpuk, masalah pribadi, dan kondisi tubuh yang perlahan mulai tidak fit.

Maka ada baiknya selingi waktu kesibukan Anda dengan hal-hal yang menyenangkan bersama rekan kerja dikantor. Anda tidak perlu membawa pekerjaan ke rumah jika memang kondisi mengharuskan lembur sebaiknya selesaikanlah pekerjaan itu dikantor. Anda tentu setuju jika kehidupan pribadi dengan keluarga tercinta adalah hal yang paling utama. Happy quality time.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!