Olahraga satu adalah jenis olahraga alam yang sepintas mirip dengan panjat tebing, hanya saja di lakukan di bawah guyuran air terjun.

Musim penghujan biasanya akan menjadi penghalang sebagian orang untuk beraktifitas diluar ruangan/outdoor activities. Tak terkecuali para pegiat alam bebas. Penjelajahan alam, panjat tebing, pendakian gunung, camping dan berbagai olahraga alam bebas lainnya memasukkan hambatan cuaca ke dalam pertimbangan persiapan bagi pelakunya.

Tapi itu tidak berlaku bagi Canyoning. Canyoning, adalah jenis olahraga alam yang belum begitu populer di Indonesia ini justru semakin menarik di lakukan saat musim penghujan.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Canyoneering atau sering disebut Canyoning ini berbasis penelusuran sungai, ngarai / lembah, dan air terjun yang memadukan berbagai teknik disiplin alam bebas.

Canyoning merupakan gabungan disiplin ilmu alam bebas yang merangkum beberapa teknik sekaligus seperti pemanjatan (climbing), turun tebing (rapeling), berenang (swimming), dan lompat tebing (cliff jumping). Pada beberapa kondisi tertentu, menyelam (diving) juga menjadi bagian dari canyoning.

Dalam aktifitas penelusuran sungai, canyoneer bisa mendapat sensasi adrenalin seperti melewati celah sungai yang sempit, meluncur di bebatuan sungai yang licin, maupun terjun dari tebing tepian sungai. Tak hanya itu, aktifitas menantang lainnya juga bisa dilakukan seperti menuruni air terjun menggunakan tali dan berenang di air yang jernih dan sejuk.

Aktifitas canyoning awalnya merupakan aktifitas yang lebih ditujukan untuk penelitian seperti hidrologi, klimatologi, ekologi, dan berbagai penelitian lain. Canyoning telah berkembang sejak akhir 1800-an di wilayah Eropa dan Amerika, serta semakin berkembang di wilayah Australia yang disebut sebagai surga para canyoneer (sebutan untuk pegiat canyoning).

Walaupun berkembang di wilayah eropa dan amerika, pusat federasi internasional yang menaungi aktifitas canyoning justru berbasis di Bali. Federasi tersebut yaitu International Canyoning Organization Professional (ICOPro). Federasi ini mengatur tentang etika dan standar keselamatan dalam aktifitas canyoning.

Surga Canyoning Indonesia

Kabupaten Banyumas sebagai wilayah yang terletak di sebelah selatan Gunung slamet memiliki potensi yang cocok untuk aktifitas canyoning. Jumlah sungai dan air terjun yang jernih dan berair stabil cukup melimpah, serta ciri khas batuan andesit di sungai-sungai yang mengalir di lereng gunung slamet, menjadikan Banyumas memiliki potensi yang sangat memikat untuk aktifitas canyoning jika dibandingkan dengan daerah lain.

Dengan kontur daratan yang berbukit, membuat karakter, ketinggian, dan debit air semakin beragam. Sebagian air terjun dengan pemandangan yang eksotis bahkan dapat dijumpai dekat dengan wilayah pemukiman penduduk, sehingga aksesnya relatif mudah dijangkau.

Wilayah lereng selatan Gunung Slamet juga menawarkan vegetasi yang alami hutan hujan tropis dengan ekosistem yang belum terjamah. Pemandangan alam dan perbukitan yang asri seperti ini tidak bisa dijumpai di daerah-daerah lain. Tak ketinggalan, beraneka ragam flora dan hewan-hewan kecil penghuni hutan yang lembab juga bebas berkeliaran.

Di Banyumas sendiri, canyoning mulai digiatkan oleh komunitas Canyoning Indonesia (Canyoning ID). Komunitas yang berawal dari para pegiat alam bebas tersebut memiliki kegiatan seperti mapping dan pembuatan jalur, serta pelatihan teknik canyoning. Berawal dari aktifitas yang berbasis komunitas tersebut, canyoning mulai digarap serius oleh pihak pemerintah Kabupaten Banyumas melalui Dinporabudpar dan beberapa pihak swasta.

Baturraden Adventure Forest (BAF) yang merupakan provider eco-tourism di Banyumas, menyediakan canyoning sebagai salah satu paket wisata andalannya. Di area seluas 47 hektar yang mereka kelola, setidaknya ada lima spot canyoning dengan berbagai tingkat kesulitan. Hal ini membuat canyoning bisa dinikmati oleh berbagai kalangan umur.

Selain dibekali dengan perlengkapan sesuai dengan standar keselamatan internasional, Baturaden Adventure Forest juga menyediakan pemandu yang terlatih dan berpengalaman. Di samping itu, di titik-titik rawan rute-rute tersebut telah dibenahi dan disesuaikan dengan standar keselamatan agar dapat dinikmati semua usia mulai dari usia 10 hingga 50 tahun.

Canyoning di Banyumas menjadi salah satu pilihan wisata minat khusus. Bagi anda yang menyukai tantangan dan ingin menguji adrenalin, canyoning adalah pilihan yang tepat ketika berwisata di daerah Banyumas. Aktifitas ini aman dilakukan karena menggunakan peralatan standar internasional dan didampingi oleh para pemandu yang sudah terlatih dan berpengalaman.

Sumber: Blog Isro Adi Harso (Koordinator Komunitas Canyoning Indonesia (Canyoning ID) Purwokerto)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!