Parkinson merupakan sebuah penyakit degeneratif pada saraf-saraf otak yang berimbas pada gangguan gerak anggota tubuh. Gejala yang banyak diketahui orang dari penyakit Parkinson adalah terjadinya tremor atau gemetaran.

Penderita penyakit ini juga bisa mengalami gejala fisik dan psikologis lain seperti depresi, konstipasi, sulit tidur atau insomnia, kehilangan indera penciuman atau anosmia, bahkan muncul masalah daya ingat.

Di seluruh dunia, diperkirakan terdapat 6,3 juta orang yang menderita penyakit Parkinson. Penyakit ini tidak mengenal segala macam ras dan budaya. Semua orang bisa terkena penyakit ini, tapi lebih umum terjadi pada kalangan orang tua dan lebih cenderung terjadi kepada laki-laki.

Kebanyakan orang mulai mengalami gejala penyakit Parkinson ketika usia mereka memasuki 50 tahun. Tapi ada sekitar 5 persen orang yang mengalami gejalanya pada usia 40 tahun.

Penyakit-ParkinsonPenyebab Penyakit Parkinson

Pengaturan gerakan dari tubuh sangat dipengaruhi oleh dopamine. Saat jumlah dopamine menurun akan menyebabkan aktivitas otak akan terganggu. Inilah yang menyebabkan munculnya tanda-tanda dan gejala penyakit Parkinson.

Penyebab menurunnya dopamine ini masih belum diketahui. Tapi terdapat beberapa faktor yang bisa memicu hal ini, seperti faktor keturunan dan faktor lingkungan.

Tapi beberapa faktor yang bisa memicu penurunan dopamine ini adalah:

  • Faktor keturunan. Mutasi genetik tertentu bisa menyebabkan meningkatnya risiko terkena penyakit Parkinson. Diduga ada gen yang tidak sehat yang disalurkan kepada anak oleh orang tua, tapi hal ini sangat jarang terjadi.
  • Faktor lingkungan. Pajanan terhadap racun tertentu yang ada di lingkungan bisa meningkatkan risiko terkena penyakit Parkinson, misalnya pestisida, herbisida, asap kendaraan bermotor, dan polusi pabrik. Tapi risikonya cukup kecil dan belum ada bukti kuat yang bisa dikaitkan dengan penyakit Parkinson.

Terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan munculnya gejala utama dari penyakit Parkinson, faktor yang dimaksud adalah:

  • Efek samping obat-obatan. Ada beberapa obat yang bisa mengakibatkan munculnya gejala Parkinson seperti tremor dan otot yang kaku.
  • Stroke. Jika terjadi serangan stroke yang parah, beberapa bagian otak bisa tidak berfungsi lagi.
  • Gangguan otak lainnya yang bersifat progresif.

Gejala Penyakit Parkinson

Pada tahap awal, penyakit Parkinson sangat sulit untuk didiagnosis. Tidak ada tes darah maupun tes laboratorium yang bisa memastikan diagnosis penyakit Parkinson. Oleh karena itu, deteksi dini terhadap penyakit ini makin sulit. Tes lain seperti CT scan dan juga MRI bisa dilakukan untuk memastikan gejala yang ada bukan karena penyakit lain.

Terdapat beberapa gejala umum yang muncul pada penderita penyakit Parkinson. Di antaranya meliputi: Tremor, Bradikinesia atau melambatnya gerakan, kekakuan otot atau rigiditas, gangguan keseimbangan, insomnia, serta demensia yaitu penderita bukan hanya mengalami gangguan ingatan, tapi kepribadiannya bisa berubah dan bahkan mengalami delusi serta halusinasi. Perlu diketahui, ada beberapa penderita penyakit Parkinson yang tidak memiliki gejala tremor.

Namun, tidak semua penderita penyakit Parkinson mengalami seluruh gejala di atas. Ada sebagian penderita penyakit Parkinson yang hanya mengalami gejala ringan dan tidak mengganggu aktivitas keseharian mereka.

Penyebab-dan-Gejala-Penyakit-Parkinson

Pengobatan Penyakit Parkinson

Hingga saat ini, penyakit Parkinson belum memiliki obat penyembuhnya. Pengobatan dan juga penanganan yang tersedia hanya ditujukan untuk meringankan gejala yang dialami. Pengobatan dilakukan untuk menjaga kualitas hidup penderita agar bisa beraktivitas senormal mungkin.

Langkah penanganan yang tersedia adalah fisioterapi, obat-obatan, dan jika perlu, operasi. Penyakit Parkinson pada tahap awal, gejalanya cenderung ringan dan tidak perlu dilakukan penanganan khusus.

Seiring dengan berkembangnya penyakit ini, penderita Parkinson akan memerlukan bantuan orang lain dalam melakukan rutinitas sehari-hari. Ada sebagian yang sangat terbantu oleh pengobatan tapi ada juga sebagian yang merasakan efek yang terbatas dari pengobatan. Namun, demi mengetahui perkembangan kondisi, ada baiknya Anda melakukan pemeriksaan kondisi kesehatan  secara berkala. (Sumber)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!