Russanti Lubis

*Dari berbagi sumber

 

Inilaki.com — Pada akhir tahun 1965, sebelum Boursicot harus berpindah-pindah tempat tugas di luar Cina, Shi Pu mengaku hamil. Tapi, karena laki-laki, Shi Pu harus mencari bayi. Akhirnya, ia mendapatkan bayi laki-laki yang dibelinya dari seorang dokter di Provinsi Xinjiang.

Bayi laki-laki itu diberinya nama Shi Du Du. Ketika Boursicot pulang dari tugas pada tahun 1967, Shi Pu mengatakan telah melahirkan tapi saat itu bayi mereka sedang dirawat oleh kerabatnya yang berada di luar Beijing. Boursicot percaya dan memberinya nama Perancis Bertrand (sumber lain menyatakan anak itu diberi nama Bernard, pen.). Shi Pu baru memperkenalkan Shi Du Du kepada Boursicot, ketika bocah ini telah berumur empat tahun.

Selama dekade berikutnya, mereka terus menjalin hubungan gelap. Kendati, sifatnya on and off. Mengingat, Boursicot harus berpindah-pindah tempat tugas ke seluruh negara-negara di Asia Tenggara.

Pada saat itu, Boursicot menyatakan bahwa ia mulai sering melanggar peraturan yang ada. Sebab, Revolusi Kebudayaan yang sedang berlangsung di Cina membuatnya sulit menjumpai sang kekasih. Di sisi lain, Revolusi Kebudayaan juga berisiko bagi Warga Negara Cina yang ingin bertemu dengan orang asing. Tapi, meski tidak resmi, Shi Pu yang saat itu menjadi anggota Asosiasi Penulis, mendapat izin untuk menerima Boursicot di rumahnya dua kali seminggu “untuk mempelajari pikiran Ketua Mao”.

Dengan sepak terjangnya dalam bidang budaya ini, visa sementaranya pun diperpanjang selama satu tahun. Selama itu pula, ia dan Bertrand terus tinggal di rumah Boursicot bersama kekasih laki-laki Boursicot.

Hingga, pada akhirnya, Boursicot didekati oleh Kang Sheng, seorang anggota Dinas Rahasia Cina, yang selama itu mengamati hubungannya dengan Shi Pu. Kang Sheng menawarinya akses untuk bertemu Shi Pu. Sebagai imbalannya, ia harus memberikan dokumen-dokumen rahasia yang ada di kedutaaan, yang disampaikan melalui Shi Pu. Saat itu, yang terlintas dalam benak Boursicot hanyalah keselamatan jiwa Shi Pu, jika ia menolak tawaran itu.

Meski ia ditempatkan di bagian arsip kedutaan, tapi Boursicot tidak memiliki akses ke informasi yang sangat sensitif. Namun, tetap saja, selama 18 tahun berikutnya, ia berhasil meloloskan sekitar 150 dokumen (sumber lain menyatakan lebih dari 500 dokumen, pen) melalui Shi Pu, yang tampaknya berguna bagi Pemerintah Cina. Pada saat yang sama, Shi Pu menuntut dan menerima dari Boursicot pasokan barang mewah asing.

pei shi pu-1

Dalam tahanan polisi, Shi Pu menjelaskan kepada seorang dokter penjara bagaimana ia menyembunyikan alat kelaminnya, membentuk lekukan tubuh yang memungkinkan untuk penetrasi dangkal, untuk meyakinkan Boursicot bahwa ia adalah seorang wanita.

Pada sekitar tahun 1979 atau 1980, Boursicot kembali ke Prancis dan kehilangan kontak dengan Shi Pu untuk sementara waktu. Lalu, pada tahun 1982, setelah mampu mengatur mereka untuk memasuki Prancis (dengan visa budaya yang berlaku tiga bulan, pen.), Boursicot pun memboyong Shi Pu dan anak mereka ke Paris.

Setelah lebih dari 16 tahun menjalin hubungan di Cina, mereka mencoba hidup sebagai keluarga di Paris. Boursicot memperkenalkan Bertrand sebagai anaknya, sementara Shi Pu yang selalu berpakaian layaknya seorang pria diakui sebagai paman anak itu.

Shi Pu dengan cepat menyatu dengan komunitas imigran Cina dan masyarakat berhaluan sayap kiri di Paris, melakukan pementasan Opera tradisional Beijing, dan bahkan muncul di televisi Prancis. Dengan sepak terjangnya dalam bidang budaya ini, visa sementaranya pun diperpanjang selama satu tahun. Selama itu pula, ia dan Bertrand terus tinggal di rumah Boursicot bersama kekasih laki-laki Boursicot.

Tapi, kehadiran Warga Negara Cina di rumah seorang mantan diplomat yang pernah dikirim ke Beijing dan dalam waktu yang lama membuat Dinas Kontra spionase Prancis menaruh curiga. Boursicot pun diintrogasi dan mengaku setidaknya telah melanggar peraturan dengan menyerahkan 150 dokumen rahasia, demi Shi Pu. Imbasnya, pada 30 Juni 1983, Boursicot ditangkap oleh Pemerintah Prancis, yang lalu disusul dengan penangkapan Shi Pu.

Dalam tahanan polisi, Shi Pu menjelaskan kepada seorang dokter penjara bagaimana ia menyembunyikan alat kelaminnya, membentuk lekukan tubuh yang memungkinkan untuk penetrasi dangkal, untuk meyakinkan Boursicot bahwa ia adalah seorang wanita. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa Bertrand atau Shi Du Du sebenarnya seorang anak yang dibeli dari seorang dokter di Propinsi Xinjiang dan dokter itu membelinya dari Ibunya yang berasal dari Uighur, sebuah suku minoritas di Cina.

Sementara di persidangan, Boursicot membela tindakannya dengan mengatakan bahwa ia hanya melanggar dokumen, yang berkaitan dengan kedatangan Shi Pu. Tujuannya, tentu saja untuk melindungi dirinya sendiri. Ia juga mengatakan jika ada tindakannya yang salah itu hanya karena ia mengambil risiko dengan menjalin hubungan intim dengan Ibu dari anak laki-lakinya.

Jaksa kemudian secara dramatis mengungkapkan jenis kelamin Shi Pu. Boursicot menolak untuk percaya sampai diizinkan untuk melihat sendiri tubuh Shi Pu. Dan, ketika mengetahui kebenaran hubungan mereka, Boursicot mencoba bunuh diri dengan menggorok lehernya menggunakan pisau cukur. Tapi, ia berhasil diselamatkan. Di sisi lain, terkuaknya hubungan mereka di hadapan publik membuat Boursicot menjadi bahan ejekan. (Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!