Russanti Lubis

 ⃰ dari berbagai sumber

 

Inilaki.com — 20 Agustus 1989. Saat itu, musim panas. Jose dan Kitty sedang beristirahat di ruang keluarga rumah mereka yang terletak di 722 North Elm Drive, Beverly Hills.

Malam itu, pasangan suami istri ini kelelahan setelah mereka sekeluarga pergi memancing ikan hiu, dengan menggunakan kapal pesiar carteran yang bernama Motion Picture Marine, sampai tengah malam sehari sebelumnya.

Pukul 23.47, mereka pulang ke rumah dan Lyle segera menelepon 911. Ia menangis dan berteriak histeris, “Seseorang membunuh orang tua saya!”

Sambil beristirahat, mereka menonton film James Bond yang berjudul The Spy Who Loved Me. Sementara Lyle yang kala itu berumur 21 tahun dan Erik (18 tahun), memilih keluar rumah.

Kemudian, para tetangga melaporkan bahwa mereka mendengar ledakan keras, sekitar pukul 22.00.Tapi, lalu, suara itu berhenti. Sehingga, mereka tidak menaruh curiga. Mereka mengira itu hanya suara petasan, yang sedang dimainkan anak-anak kecil di sekitar lokasi itu.

Padahal, saat itu, Jose sedang ditembak di bagian belakang kepalanya dalam jarak dekat dengan Mossberg 12, senapan untuk berburu dengan pengukur jarak. Sedangkan Kitty yang terbangun oleh suara tembakan, melompat dari sofa dan berlari menuju ruang depan. Tapi, kakinya ditembak. Ia jatuh terpeleset genangan darahnya sendiri. Selanjutnya, lengan, dada, dan wajahnya diberondong peluru hingga ia tidak bisa dikenali lagi.

Mendez3

Pembantaian itu, dituntaskan Lyle dan Erik dengan menembak tempurung lutut kedua orang tua mereka, agar pembunuhan tersebut tampak seperti terkait dengan kejahatan terorganisasi.

Setelah itu, Abang−Adik ini melaju dengan kendaraan mereka dan membuang senapan yang baru saja mereka gunakan ke di Mulholland Drive. Lalu, mereka membeli tiket di bioskop setempat dengan niat menonton film Batman, sekaligus menjadikannya alibi.

Namun, saat itu, sedang dijual tiket film box office James Bond yang berjudul Licence to Kill. Mereka pun akhirnya memutuskan menonton film itu .Usai menonton film, keduanya bertemu dengan teman-teman mereka di Cheesecake Factory, untuk lebih mendukung alibi mereka dan mendapatkan saksi yang potensial.

Pukul 23.47, mereka pulang ke rumah dan Lyle segera menelepon 911. Ia menangis dan berteriak histeris, “Seseorang membunuh orang tua saya!”

Ia terus-menerus mengunci pintu kamar tidurnya pada malam hari dan menyimpan senapan di lemari pakaiannya.

Polisi sebenarnya sudah mencurigai keduanya. Tapi, mereka tidak memiliki bukti apa pun. Bahkan, mereka juga tidak meminta kedua bersaudara itu menjalani tes residu tembakan, untuk mengetahui apakah mereka baru-baru ini menggunakan senjata api.

Dalam persidangan, Erik mengatakan bahwa ia melihat proyektil peluru senapan mereka masih tertinggal di lantai. Lalu, ia menendangnya ketika polisi yang mengajaknya berbicara sedang melengos.

Keamanan di rumah tersebut dalam kondisi baik. Jose memang sering meninggalkan sistem alarm dalam kondisi off dan gerbang terbuka. Bahkan, setelah Mercedes-Benz 560SEL-nya dicuri dari depan jalan masuk rumah mereka, hanya beberapa minggu sebelum pembunuhan.

Sebaliknya dengan Kitty, selalu gelisah sesaat sebelum pembunuhan terjadi. Ia terus-menerus mengunci pintu kamar tidurnya pada malam hari dan menyimpan senapan di lemari pakaiannya.

Mendez4

Foya-foya Sepasang Anak Yatim Piatu

Beberapa bulan setelah pembunuhan, kedua bersaudara itu hidup berfoya-foya. Hal itu, tentu menambah kecurigaan penyelidik kematian kedua orang tua mereka.

Lyle membeli sebuah jam tangan Rolex, serta sebuah Carrera Porsche dan Chuck Spring Street Cafe, sebuah restoran Buffalo Wings di Princeton. Sedangkan Erik, menyewa seorang pelatih tenis seharian dan mengikuti kompetisi dalam serangkaian turnamen pro di Israel.

Akhirnya, grand jury Los Angeles County menyatakan dakwaan bahwa kedua saudara itu telah membunuh kedua orang tua mereka, pada Desember 1992.

Mereka meninggalkan rumah di North Elm Drive dalam kondisi kosong dan tinggal di dua penthouse terpisah, yang berlokasi di dekat Marina del Rey. Mereka berpesiar ke seluruh wilayah Los Angeles dengan menggunakan Mercedes-Benz SL Convertible milik almarhumah Ibu mereka, menikmati makan malam mewah, dan berpesiar ke luar negeri seperti Karibia dan London. Jaksa memperkirakan, keduanya telah menghabiskan sekitar AS$1 juta selama enam bulan pertama mereka sebagai yatim piatu.

Dalam perjalanannya, Erik mengakui pembunuhan itu kepada psikolognya setelah merasa tertekan dengan ancaman Lyle, yang akan mengatakan kepada pacarnya tentang pembunuhan itu. Setelah Erik dan pacarnya putus, sang pacar pun melaporkan hal itu kepada polisi.

Lyle ditangkap di dekat rumahnya pada 8 Maret 1990, setelah polisi menerima informasi bahwa ia sedang bersiap-siap melarikan diri ke California. Sedangkan Erik yang saat itu sedang berada di Israel, menyerahkan diri tiga hari kemudian setelah kembali ke Los Angeles. Keduanya ditahan tanpa jaminan dan dipisahkan satu sama lain.

Pada Agustus 1990, Hakim James Albrecht memutuskan bahwa rekaman percakapan antara Erik dan psikolognya dapat dijadikan bukti. Sedangkan Lyle, dibatalkan hak istimewanya dalam hubungan dokter−pasien karena mengancam akan menyiksa Dr. Oziel. Putusan untuk mengajukan banding tertunda selama dua tahun.

Setelah putusan hak banding ditolak, Mahkamah Agung California menyatakan bahwa pada Agustus 1992, beberapa kaset yang merekam pembicaraan mereka dapat dijadikan bukti. Meski, dalam rekaman itu Erik tidak membahas pembunuhan.

Akhirnya, grand jury Los Angeles County menyatakan dakwaan bahwa kedua saudara itu telah membunuh kedua orang tua mereka, pada Desember 1992. (Bersambung)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!