Bukan Penyakit Maag, Tapi Gejala Penyakit Pencenaan yang Lain

Inilaki.com — Pernahkah Anda merasa nyeri di dada dan perut kembung? Sudah berulang kali Anda ke dokter dan diberi obat, tapi hasilnya hanya sembuh sesaat?Ternyata, itu merupakan dyspepsia. Tapi, apa itu dyspepsia?

Dyspepsia berasal dari kata dalam Bahasa Yunani yang berarti pencernaan yang jelek. Dyspepsia didefinisikan sebagai ketidaknyamanan atau rasa nyeripada saluran pencernaan bagian atas. Rasa nyeri ini dapat ringan hingga berat.

Jadi, dyspepsia bukanlah nama penyakit, melainkan lebih mengacu pada gejala, seperti rasa panas,perih, dan nyeripada ulu hati, mual, kembung,muntah, bloating (lambung merasa penuh/begah, red.), bersendawa, cepat kenyang, perut keroncongan (borborgygmi), hingga kentut-kentut. Gejala-gejala tersebut bisa bersifat akut, berulang, dan bisa berubah menjadi kronis (berlangsung lebih dari satu bulan terus-menerus, red.).

man-holding-his-stomachPenyebab dyspepsia bermacam-macam, seperti tukak lambung, peradangan pada lapisan dalam lambung yang dapat disebabkan oleh obat, infeksi atau alkohol, kanker lambung, penyakit pada kandung empedu, dan penyakit pankreas.

Namun, bila seseorang menderita dyspepsia, sulit untuk menentukan penyebab pastinya. Karena, pada beberapa orang, jenis makanan tertentu atau minum alkohol dapat memunculkan gangguan dyspepsia. Bahkan, obat seperti aspirin, juga dapat menyebabkan dyspepsia.

Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu menghindari konsumsi alkohol yang berlebihan, berhenti/mengurangi merokok, jangan terlalu banyak mengkonsumsi kafein, menghindari stres, dan mencegah berat badan berlebih. Cobalah makan dengan porsi yang lebih kecil, dengan waktu yang teratur, dan jangan makan tergesa-gesa. Kurangi juga makanan yang berlemak dan pedas.

Sementara pengobatannya, tergantung dari penyebab penyakitnya. Biasanya, dilakukan perubahan pola hidup dan pola makan, serta mengkonsumsi obat untuk menetralisasi asam lambung dan mengurangi produksi asam yang berlebih. Selain itu, dengan pengobatan antibiotika, bila penyebab dyspepsia berupa tukak lambung yang sering disebabkan olehHelicobacter Pylori.

Walaupun penyebab pastinya sulit diketahui, tapi jangan membiarkan gangguan ini berlangsung terus, tanpa diobati.Apalagi, bila sering berulang atau menetap. Karena, bisa saja, dyspepsia dapat menimbulkan masalah serius nantinya.

Berapa Orang yang Menderita Dyspepsia?

Banyak sumber, banyak juga angka yang diberikan. Ada yang menyebut 1 dari 10 orang, tapi ada juga yang menyatakan sekitar 25% dari populasi. Tentu, itu angka dari luar negeri yang dikutip dari http://familydoctor.org.Sementara di Indonesia, survei yang dilakukan dr. Ari F. Syam dari FKUI pada tahun 2001, menghasilkan angka mendekati 50% dari 93 pasien yang diteliti.

Sedangkan mengenai jenis kelaminnya, ternyata baik lelaki maupun perempuan bisa terkena gejala penyakit ini. Selain itu, dyspepsia juga tidak mengenal batas usia.

Sayang, tidak hanya di Indonesia, di luar negeri pun, menurut sebuah sumber, banyak orang yang tidak peduli dengan dyspepsia. Mereka mengetahui jika ada yang tidak nyaman pada lambung mereka, tapi hal itu tidak membuat mereka merasa perlu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Padahal, menurut penelitian, dari mereka yang memeriksakan diri ke dokter, hanya ⅓ yang tidak memiliki ulkus (borok) pada lambungnya atau dyspepsia non-ulkus. Sementara di Indonesia, penyebab dyspepsia yaitu 86% dyspepsia fungsional, 13% ulkus, dan 1% karena kanker lambung.(Russanti Lubis)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!