Simfoni tak akan terdengar harmoni jika berdamai dengan diri sendiri sulit sekali. SImfoni tak kan terjadi jika  mampu membunuh empati, dan mengubur simpati dalam diri. Simfoni tak kan bisa dirasakan sampai kapanpun bila keras hati dan bergelimang ambisi tak terang sama sekali.

Hiduplah dalam simfoni bersama alunan nurani dan kata hati…

Bagai rutinitas saja, S. Dian Andryanto tahun ini menerbitkan dua buku kembali, setelah tahun lalu sukses dengan meluncurkan tiga buku sekaligus #sayabelajarhidup EMPATI, SIMPATI, dan HARMONI. Sambutan positif dari pembaca, khususnya dalam komunitas #sayabelajarhidup yang tersebar di penjuru Tanah Air, bahkan mancanegara. Meskipun tidak dalam konsep penerbitan mainstream, buku-buku  yang dicetak 1.500 eksemplar itu tandas dalam enam bulan sejak penjualan pertama Desember 2015. Tidak banyak memang secara kuantitas. Namun, ini menjadi pemicu semangatnya terus menulis.

maturAgak berbeda dengan konsep penulisan tiga buku sebelumnya yang sebagian besar dari tulisan-tulisan di sosial media, khususnya Facebook, pada 3 September 2016 lalu, ia telah meluncurkan di buku #sayabelajarhidup MATUR SUKSMA yang sebagian besar  tulisan belum pernah ditayangkan di media manapun. Sambutan peluncuran di Bali pun meriah tak kurang dari 200 undangan memenuhi taman di The Artini Resort, Ubud, Bali.  “Matur suksma itu sebagai ungkapan yang masih kerap kita dengar di Bali, ungkapan yang saya harap tidak akan hilang meski pengucapan dan dengan bahasa berbeda di manapun di bumi ini. Matur suksma berarti terima kasih,” katanya, mengenai judul bukunya  yang diluncurkan bersamaan dengan buku puisi “…dan,  aku terus melangkah..” karya Meiri Pinsent.

Tak berlangsung lama, buku lainnya menyusul: #sayabelajarhidup SIMFONI, buku ini berisi tulisan-tulisan S. Dian Andryanto yang mendapat apresiasi lebih dari para pembacanya sejak Oktober 2015 – Oktober 2016 ini. “Patutlah saya memberikan apresiasi kepada pembaca setia tulisan saya, meskipun hanya sekadar ‘menjempol’ karena mereka telah meluangkan waktunya membaca tulisan sederhana ini, yang hampir setiap pagi menyambangi beranda sosial media mereka, Buku ini merupakan simfoni dalam makna sesungguhnya,” kata dia.

simfoniMasih dalam konsep penulisan esai singkat, memotret kehidupan masyarakat dengan berbagai profesi, kondisi sosial, dan budaya serta lingkungan yang menjadi background-nya. Buku #sayabelajarhidup SIMFONI ini diluncurkan di Museum Nasional (Museum Gajah), Jakarta Pusat. “Tidak akan sampai buku ini diluncurkan di tempat bersejarah ini, tanpa bantuan istri, keluarga, kenalan, dan kerabat #sayabelajarhidup,” ujarnya. Dan, buku kelima dari rangkaian #sayabelajarhidup ini pun ia persembahkan kepada guru-guru kehidupan yang  berada di sekitarnya, dengan segala profesi dan  tabiatnya, dengan segala ungkapan yang tersampai maupun penuh simbol.

Peluncuran buku #sayabelajarhidup SIMFONI dan re-launching #sayabelajarhidup MATUR SUKSMA ini dilakukan, Sabtu, 15 Oktober 2016 di Museum Nasional, Jakarta Pusat. Pukul 14.30-.17.00 yang dihadiri berbagai media, undangan dan sponsor, serta kerabat komunitas #sayabelajarhidup di Jakarta dan sekitarnya. Kegiatan selain konferensi pers, bedah buku singkat, penjualan perdana, musikalisasi dari beberapa seniman  juga silaturahmi kerabat #sayabelajarhidup.

 Untuk informasi lebih lanjut silakan menghubungi:

Langgam Komunika

Urry Kartopati – Pimpinan Produksi

HP: 0817758560

Email: urry_k@yahoo.com

www.sayabelajarhidup.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!