Saat Presiden Soekarno meresmikan pendirian Kota Palangkarya, tahun 1957, bercita-cita ingin memindahkan Ibukota Republik Indonesia ke Kota Palangkarya. Pemikiran itu muncul bukan tanpa strategi dan perhitungan yang matang oleh Founding Father satu ini.

Palangkaraya merupakan kota yang didirikan dari hutan belantara yang dimulai dari Desa Pahandut di Tepian Sungai Kahayan. Palangkaraya berdiri seiring dengan terbentuknya provinsi Kalimantan Tengah. Kota yang dibelah sungai Kahayan ini, mungkin masih belum menjadi kota tujuan utama pariwisata. Pamornya tak sekencang kota destinasi pariwisata Indonesia.

Namun siapa sangka, Kota Palangkaraya yang menjadi Ibu Kota Kalimantan Tengah ini, telah berubah. Dahulu, Palangkaraya masih merupakan kota sepi dengan aktivitas masyarakat yang terbatas. Akses masuk ke kota ini masih sangat sulit. Pesawat terbang besar hanya mendarat di Banjarmasin yang berjarak tempuh 3-4 jam dari Palangkaraya.

Saat ini, Bandara Tjilik Riwut telah bisa diakses oleh pesawat berbadan besar dengan penerbangan yang cukup ramai. Hanya 1.5 jam perjalanan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta-Palangkaraya. Hotel-hotel berbintang pun, kini mulai bertaburan. Pun begitu dengan rumah makan dan tempat kongkow sambil menyeruput secangkir kopi.

Beragam tempat wisata ditawarkan  di kota Palangkaraya yang kini dikenal sebagai Kota Cantik. Diantaranya:

Obyek Wisata Danau Tahai terletak di jalan Palangkaraya-Sampit km 28 atau tepatnya di Desa Tahai, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu, Kotamadya Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Lokasinya yang berada di pinggir jalan membuat Danau Tahai ini tidak sulit untuk di jangkau.

Berdasarkan cerita yang berkembang di masyarakat sekitar, ada 2 versi yang berkembang mengenai asal-muasalnya danau ini. Versi pertama menyatakan bahwa Danau Tahai ini terbentuk karena akumulasi genangan air di lokasi penambangan pasir. Sedangkan versi kedua adalah karena adanya perubahan aliran Sungai Kahayan sehingga mengakibatkan genangan air yang tidak mengikuti aliran sungai tersebut.

Danau ini memiliki beberapa keistimewaan tersendiri jika dibandingkan dari danau-danau yang ada di daerah Kalimantan. Danau ini memiliki warna air yang berbeda, yakni berwarna merah. Berdasarkan hasil penelitian, warna merah tersebut terbentuk karena airnya berasal dari air tanah gambut dan akar-akar pohon di lahan gambut tersebut.

Selain itu, pemandangan di sekitar danau yang sangat memukau. Anda dapat menyaksikan pemandangan rumah-rumah terapung yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan rumah lanting.

Di kawasan ini terdapat jembatan kayu yang mengelilingi kawasan danau dan juga menghubungkan danau ke kawasan hutan, sehingga Anda dapat berjalan-jalan ke tengah danau sambil menikmati pemandangan alam yang sangat mempesona.

Tugu Soekarno di depan kantor DPRD Provinsi Kalteng. Tugu berbentuk seperti runcing-runcing bambu tersebut merupakan situs sejarah yang pernah dibangun Presiden Soekarno. Tujuannya adalah sebagai tanda mulai dibangunnya Palangkaraya dari nol.

Dermaga kayu. dengan kapal wisata susur sungai milik dinas wisata setempat. Namanya KM Lasang Teras Garu. Anda akan menikmati pesona Sungai Kahayan yang indah bila dinikmati dari atas kapal. Kiri kanan sungai disuguhi pemandangan hutan tropis khas Kalimantan. Barisan rapat pepohonan hijau membentuk lanskap yang sedap dipandang mata.

Sesekali berselisih dengan klotok kecil milik warga di sekitar Sungai Kahayan, yang sedang mencari ikan air tawar yang banyak di jumpai. Diantaranya ikan baung, ikan lais, ikan patin sungai, ikan tapah hingga jelawat yang terkenal lezat.

Kawasan Yos Sudarso terkenal dengan penjaja makanan malam nya yang beragam. Mulai dari lalapan hingga sayur umbut rotan khas Dayak. Untuk menu khas Dayak atau Nasi Goreng yang khas.

Untuk kuliner khas Dayak Kalimantan Tengah, RM Samba adalah tempat favorit untuk menyantap menu khas Dayak di Kalteng. Ikan jelawat bakar, sayur asam rotan muda, sambal tomat, sayur serai yang diulek dengan ikan sungai dan sepiring nasi putih. Atau Anda pun bisa singgah di restoran Family yang juga menyajikan masakan ikan Jelawat Goreng.

Wisata Belanja. Jalan Batam di sudut lain Palangka Raya menyediakan begitu banyak toko oleh-oleh. Tak hanya Mandau pedang khas Dayak, puluhan toko disini juga menjajakan kain khas Dayak bermotif batang garing, perahu karet nyatu, gelang simpay, tikar lampit, batu permata, kaos hingga amplang yang berbahan utama ikan pipih.

Pasar souvenir andalan Palangka Raya ini juga terkenal di kalangan wisatawan asing yang bertandang ke Kalteng. Di pasar ini banyak ditemukan turis manca negara karena. Karena sebagian besar turis asing menjadikan Palangkaraya sebagai pintu masuk utama menuju Taman Nasional Tanjung Puting yang berjarak sekitar 11 jam melalui perjalanan darat.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo kunjungi Kota Cantik, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.  (Haris Maryasno)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!