MEDAN- Masyarakat Medan dan Sumatera Utara sudah dikenal dalam menjaga penampilan dalam setiap acara. Berbagai pesta bernuansa adat, keagamaan, kemasyarakatan sosial lainnya secara teratur berlangsung di Medan dan sekitarnya secara berkala.

Masyarakat yang hadir dalam acara-acara tersebut dipastikan berpenampilan terbaik, khususnya dalam penampilan berbusana yang dilengkapi dengan asesoris. Baik dalam busana adat, busana  nasional maupun busana modern

Berdasarkan asumsi dan pengamatan tren berpenampilan masyarakat Medan beberapa waktu belakangan ini, Maisya Gallery sebuah perusahaan bergerak dalam industri kerajinan, perhiasan dan asesori wanita dan pria memutuskan untuk membuka galerinya di pusat kota Medan. Maisya Gallery yang berkantor pusat di Jakarta ini juga memilliki gallery di Bogor dan sekarang di Medan. Maisya juga memiliki kantor perwakilan di Singapura dan Hong Kong.

Latief CMO dan John Winata CMO Maisya Gallery Medan

Acara peresmian Maisya Gallery Medan pada Sabtu (15/10) dihadiri Gubernur Sumatra Utara Ir HT Erry Nuradi MSi beserta istri Evi Diana,  Wiwi Irfan, pengusaha perhiasan , Moh Irfan, eksportir perhiasan, A.Latief CMO Maisya Gallery, John Winata, CMO Maisya Gallery, dr Geeta, kolektor batu permata dan aktivis sosial Medan, dan sejumlah pengusaha perhiasan dari Hong Kong, Singapura, Malaysia dan India.

Gubernur Sumatra Utara mengatakan, pihaknya sudah minta pada Kementerian Luar Negeri agar Konsulat Jenderal Indonesia di luar negeri difungsigandakan sebagai galeri produk unggulan Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, Pemerintah provinsi Sumatra Utara mengajak instansi terkait mulai dari Kementerian Perdagangan, pemerintah provinsi lain untuk membuka galeri bersama di pusat mode dunia seperti Singapura, Tokyo, Milan, Paris atau kota utama dunia lainnya.

“Seperti saya lihat, mutiara itu asli dari laut Indonesia tapi ketika dipadu-padankan dengan diamond stone (berlian), harganya mencengangkan. Ini yang harus ditiru perajin Indonesia, khususnya Sumut,” harap Erry Nuradi.

Maisya Jewellery menurut A.Latief B, CMO Maisya Gallery, Sabtu (15/10) berdiri sejak 2003 dan membuka gallery berbarunya di Medan. “Kami bergerak dalam industri kreatif dan kerajian, pada awalnya menjadi binaan Departemen Perdagangan, Departemen Perindustrian hingga Departemen Perikanan.”

Di Maisya Gallery Medan tersedia aneka perhiasan untuk wanita dan pria seperti perhiasan berlian, mutiara dan batu-batu mulia lainnya. “Khusus untuk batu-batu mulia sudah dipadukan dengan emas, perak dan lainnya, sehingga penampilannya lebih menarik, “ujar A Latief.

Seperti apa yang sedang digiatkan pemerintaan Jokowi-JK dengan mengedepankan industri kreatif untuk menunjang perekonomian nasional, Maisya Jewellery telah melakukan apa yang menjadi program pemerintah tersebut. Salah satunya adalah mengembangkan penangkaran mutiara di kawasan perairan Lombok NTB.

“Kami memiliki kawasan pengembangan kerang mutiara, dan mutiara-mutiara yang ada selanjutnya didisain oleh pengerajin-pengerajin dan finishingnya berstandar internasional. Mutiara-mutiara yang dihasilkan pengerajin Maisya Gallery disukai dan digemari masyarakat Jepang dan manca Negara pada umumnya, “ ujar John Winata, CMO Maisya Gallery.

A Latief membenarkan, mutiara yang harganya tinggi di galerinya adalah produk yang dikembangbiakkan di NTB . Tetapi, berliannya berasal dari Eropa dan Afrika.

“Karena tren dunia pada 2017 adalah diamond stones, Maisya Gallery mengemas dalam skala global,” tegasnya sambil mengatakan pihaknya justru memberi kesempatan lebih luas pada perajin Indonesia untuk berkreasi.

“Maisya Jewellery menjamin, apa yang ada di galeri, hanya satu-satunya di dunia. Sifat eklusivisme itu yang membuat harganya mahal. Soal muatan lokal, mutiaranya seratus persen Indonesia. Memang selama ini Jepang, AS, Eropa mengklaim produsen mutiara terbaik. Itu buatan Indonesia,” tegasnya.

Ditambahkan oleh John Winata, saat ini tim perancang perhiasan sedang mempersiapkan perhiasan-perhiasan dengan mengambil tema-tema adat budaya masyarakat Sumatera Utara. “Kandungan lokal menjadi rujukan dalam setiap rancangan perhiasan-perhiasan yang kami produksi saat ini dan untuk masa depan.”

Dibukanya Maisya Gallety Medan mendapat sambutan positif dari masyarakat Medan. dr. Geeta, Dokter Kulit dan Kecantikan Kota Medan mengatakan,” Kehadiran Maisya Gallery adalah hal positif, yang telah ditunggu oleh warga kota Medan, khususnya para ibu. Hal ini juga menunjukkan Kota Medan tidak kalah dari ibukota.

dr Geeta, kolektor dokter kulit dan kecantikan Medan

“Secara pribadi saya sangat suka berlian. Apalagi saya lihat koleksinya ada mutiara dari Lombok,” katanya sambil tersenyum saat dijumpai sedang melihat-lihat koleksi perhiasan Maisya Gallery Medan.

Selain itu lanjut dr Geeta juga memandang positif terhadap desain-desain yang menjadi koleksi perhiasan Maisya Gallery. Apalagi dr Geeta tahu itu merupakan karya anak bangsa.

Di galeri yang berlokasi di jalan Suryo 9 Medan ini juga juga memyediaan aneka cincin  pernikahan dari berbagai perhiasan dan batu mulia lainnya.  Bagi masyarakat yang menjadi pelanggan galeri ini juga akan mendapatkan informasi terbaru seputar berinvestasi melalui perhiasan dan batu mulia.

“Disain perhiasan dari kami sangat anggun dan seperti sifatnya perhiasan bias diwariskan ke generasi berikutnya, “ujar John Winata.

Sebagai galeri perhiasan, Maisya Jewellery juga berfungsi sebagai sarana social kemasyarakatan. “Kami secara berkala akan mengadakan seminar-seminar seputar perhiasan dari pakar-pakar perhiasan berskala internasional. Peragaan busana dengan memadupadankan asesoris perhiasan hingga bagaimana berinvestasi perhiasan,” jelas A. Latief.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!