Spectrum of Batik

Inilaki.com — Batik sebagai budaya bangsa dan menjadi kebanggaan Banga Indonesia, telah dianugerahi Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO, pada 2 Oktober 2009. Karena itu, kita harus terus berupaya untuk melestarikannya.

Bertepatan dengan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober lalu, beberapa kampanye batik dilakukan yang diinisiasi oleh berbagai kalangan masyarakat, sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan akan batik. Di antaranya, pameran dan instalasi Spectrum of Batik yang berlangsung di Senayan City, Jakarta.

Acara ini, diselenggarakan seiring hari jadi ke-30 tahun Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) berkolaborasi dengan pakar batik dan perancang busana, Trilitewesia Geni, dan Guinness. Menghadirkan perbincangan mengenai pesona ragam motif batik Indonesia dan menggelar karya-karya batik dari 23 desainer Indonesia, yang terinspirasi dari beragam motif batik.

Hadir Era Soekamto, anggota IPMI yang juga dikenal sebagai Creative Director Iwan Tirta Private Collection, sebagai salah satu pembicara. Ia mengatakan, “Sebagai seorang pecinta, pengagum, dan juga desainer batik merupakan sebuah kebahagiaan bagi saya dapat berkontribusi dalam kampanye dan aktivitas, yang bisa meningkat pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap batik. Saya juga memberi apresiasi pada perusahaan global dengan brand Guinness, yang menggunakan motif batik dalam membalut kemasannya”.

Kehadiran 23 perancang Indonesia di acara ini, ia melanjutkan, telah memberikan hasil karya terbaiknya dan sangat siginifikan.

Sentuhan Cinta Pada Kreasi Batik Moderen

Menyesuaikan tema pameran, Love, seperti dikatakan Era Soekamto, maka semua perancang busana anggota IPMI merayakan cinta dalam menjalankan passion mereka. “Dan, kami memberikan kebebasan bagi para perancang busana untuk berkreasi, sesuai dengan highlight point masing-masing perancang busana. Pameran ini, juga untuk menunjukkan bahwa batik bisa diolah menjadi sesuatu yang baik dan indah,” tambahnya.

Gelar kreasi batik nan indah dan juga menakjubkan pun lahir dari tangan 23 perancang busa yaitu Denny Wirawan, Mel Ahyar, Stephanus Hamy, Andreas Odang, Widhi Mulya, Priyo Oktaviano, Eddy Betty, Liliana Lim, Didi Budihardjo, Tri Handoko, Era Soekamto, Rusly Tjohnardi, Yongki Budisutisna, Sutanto Danuwidjaja, Auguste Soesastro, Tuty Cholid, Danny Satriady, Carmanita, Chossy Latu, Susan Budihardjo, Barli Asmara, dan Ghea Panggabean.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!