Restoran Turkuaz

Pemandangan lampu-lampu yang dirancang khusus dengan pendar cahaya temaram yang menyejukkan mata. Belum lagi banyak benda-benda memukau dan bersejarah yang terletak hampir di setiap jengkal ruangan di restoran yang terletak di Dharmawangsa, Jakarta Selatan ini.

Tak heran jika setiap barang yang ada di restoran tersebut memikat mata, karena beberapa benda langka yang ada di sana dibawa langsung dari negara asalnya, Turkey. Mulai dari kertas saham, baju zirah, hingga perabot-perabot keramik. Interior restoran juga dirancang khusus oleh perancang berbakat, Nada.

“Saya ingin tamu-tamu saya merasa seolah mereka ada di tengah-tengah museum.” Itu merupakan keinginan juru masak sekaligus ahli kuliner Ottoman, Sezai Zorlu. Ia merupakan pemilik dari restoran Turki di Jakarta bernama Turkuaz.

Tak hanya sekadar kata-kata, ucapan Chef Sezai bisa Anda buktikan sendiri. Begitu pintu restoran dibuka, suasana yang ada di dalam ruangan seakan mampu menyihir panasnya Jakarta yang dihiasi gedung-gedung tinggi pencakar langit.

Turkuaz, restoran yang menyajikan hidangan otentik Ottoman dibuat oleh satu-satunya juru masak yang ahli dalam hidangan Ottoman di Jakarta, Sezai. Jadi tak perlu ragu lagi akan kelezatan serta keaslian bahan-bahan serta rasa masakannya.

Karena jika tak mendapat bahan yang diinginkan, Chef Sezai bahkan rela tidak menghidangkan makanan tersebut untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan karena dia tak ingin membuat pelanggannya pergi dikarenakan rasa makanan yang berubah.

Menu di restorannya juga tidak disajikan dalam waktu singkat, karena Sezai mengutamakan kualitas hidangannya. Meski demikian, ia memberikan jaminan bahwa rasa yang ada di setiap makanannya otentik, sama seperti aslinya. Bahkan demi mendapat rasa yang sama seperti aslinya, Sezai mempertahankan pemakaian oven dengan pengapian menggunakan kayu untuk memasak beberapa jenis hidangannya, seperti menu Lamb Shank yang terkenal.

Metode memasak itu bahkan membuat roti yang dihidangkan untuk makanan pembuka tak hanya bertekstur lembut, tapi tak menjadi kenyal meski dibiarkan di udara terbuka. Coba rasakan Mezze Platter, yaitu Lavas (roti khas Turki) yang disajikan bersama babaganuc, zeytinyagli humus, gavurdagi salatasi dan Ispanakly peynirli boreg.

Untuk hidangan utama, coba cicipi kelezatan Sebzeli Musaka, Sis Kebab Beef dan Feslegenli Patlican Sarmasi. Feslegenli Patlican Sarmasi adalah sayuran yang ditumis dalam minyak zaitun dan dimasukkan ke dalam gulungan terong goreng. Sebzeli Musaka sendiri adalah campuran pilihan sayuran yang ditumis bersama terong dan zucchini.

Jadi, meski hidangan Turki selalu identik dengan daging, Turkuaz mencoba menyajikan hal berbeda, mereka juga menyediakan hidangan sayuran bagi mereka yang tak suka daging. Soal kelezatan? Jangan ditanya, karena begitu diolah, mengkonsumsi dua hidangan tersebut bahkan tak terasa seperti sedang makan sayur.

Nah yang terakhir, dessert. Kalau sudah mengenal baklava, cobalah mencicip dessert lainnya, seperti Sam tatlisi semolina. Hidangan penutup yang cukup terkenal di Turki.

Sebagai informasi, hidangan Ottoman merujuk pada hidangan kerajaan Ottoman. Masyarakat Indonesia sendiri cukup beruntung karena salah satu juru masak yang ahli di bidang makanan ini berada di Indonesia, dan bahkan menyajikannya dengan begitu cantik di restoran miliknya yang telah berdiri sejak tahun 2011. (Artikel ini pernah tayang di http://www.viva.co.id/gaya-hidup/kuliner/947859-di-jakarta-ada-resto-yang-sajikan-hidangan-kerajaan-ottoman)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!