Overprotective boyfriend may be deeply in love with you, and he may even care a lot about you. Possessive—when left unexplored and unresolved, possessive relationships can amount to feelings of profound unhappiness, anxiety, anger, and even physical or emotional abuse.

Memiliki pasangan yang menyayangi kita dengan tulus sepertinya menjadi impian para lelaki. Terlebih lagi Anda selalu ada untuk menjaga, melindungi, dan memprioritaskan pasangan Anda dalam segala hal. Tapi, apakah cara Anda membuat dia tetap merasa nyaman?

Ketika seseorang ingin melindungi dan menjaga pasangan, ada 2 kemungkinan sikap yang tengah ditunjukkannya, yaitu protektif atau posesif. Keduanya memiliki makna yang mirip, namun tak serupa dalam hal perlakukannya. Anda sebaiknya mengetahui perbedaan antara dua hal tersebut serta ciri-ciri dari lelaki protektif berikut ini.

Perbedaan Antara Protektif dan Posesif

Menurut Sarah Noel, MS, LMHC, selaku Psychotherapist asal Brooklyn, New York menjelaskan bahwa, protektif merupakan sikap yang dimiliki oleh seseorang saat mereka mencintai pasangannya. Ia biasanya senang melindungi, menjaga, dan mengawasi kekasihnya. Lalu, apakah hal ini sama dengan posesif? Tidak, Menurutnya, posesif merupakan sifat yang mirip dengan protektif, namun berkonotasi negatif, karena dapat menggunakan kekerasan secara fisik ketika ia sangat mencintai seseorang.

Ciri-Ciri Lelaki Protektif

Selalu Ingin Tahu

Protektif ditandai dengan konotasi positif, karena mereka biasanya masih menggunakan cara halus untuk dapat mengontrol dan memperhatikan pasangannya. Pasangan akan tetap memintanya untuk memberikan kabar, kemana dan bersama siapa dia pergi. Selama dia memberitahunya dan tujuan pergi tersebut tidak membahayakan dirinya, maka Anda akan membolehkannya. Kalaupun masih merasa khawatir, biasanya Anda langsung berinisiatif untuk mengantar atau menjemputnya.

Cemburu

Beruntunglah dia jika Anda masih memiliki rasa cemburu, itu artinya Anda masih sayang dan tak rela pasangan Anda dekat dengan pria lain. Anda biasanya ingin selalu memastikan dia pergi bersama orang-orang yang telah Anda  kenal. Jika itu adalah orang baru, biasanya Anda menjadi lebih waspada, namun tetap memberikan kepercayaan. Untuk membuat diri Anda lebih tenang, biasanya Anda akan menjadi lebih cerewet dan banyak bertanya. Anda pun lebih dapat mengontrol emosi.

Penuh Rasa Curiga

Lelaki yang protektif biasanya selalu merasa curiga dengan pasangannya. Mereka akan selalu berpikir dia memiliki pasangan lain di luar—jika lupa membalas chat-nya ataupun tidak mengangkat telepon darinya. Namun, prasangka negatif ini hanya sekedar rasa curiga saja dan tidak berlebihan. Jika rasa curiga ini sudah sampai sindiran yang cukup kasar dan menggunakan kekerasan fisik, maka Anda adalah pria yang posesif.

Menjadi Pemarah

Rasa curiga akan membuat Anda menjadi sosok yang cenderung egois dan tempramental. Anda menjadi lebih sensitif jika mendengar suatu hal tertentu, misalnya dia pergi tanpa memberikan kabar. Ketika mengetahui hal tersebut maka Anda pun akan menjadi lebih cepat emosi. Tetapi, hal tersebut biasanya berjalan sebentar.

Lelaki protektif sebenarnya memiliki maksud dan tujuan yang baik. Komunikasi yang baik serta selalu memberi kabar dapat menjadi cara yang ampuh untuk membuat hubungan Anda dan dia menjadi lebih baik karena terhindar dari pertengkaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!