Bir adalah minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati dan tidak melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Bir merupakan minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan kemungkinan yang tertua.

Di seluruh dunia, ada lebih dari 20.000 merek bir yang diolah dalam 180 cita rasa, mulai dari bir keras (ales), lagers, pilsner, bir hitam sampai bir pahit, cream ales dan iced beers.

Konon awal mula ditemukannya resep bir tertua dibuat oleh Bangsa Sumeria. Mereka merendam roti dengan air, dan membiarkannya berfermentasi lalu meminum air rendaman roti tersebut. Bir juga telah dibuat oleh bangsa Cina kuno, Asiria dan Inka. Sebuah tulisan di Mesir pada tahun 1600 sebelum masehi menuliskan 100 resep pengobatan dengan menggunakan bir.

Hingga akhirnya migrasi yang dilakukan Bangsa Mesir dan Roma kuno pada awal masa Kristiani berkembang, berperan besar dalam penyebaran bir di benua Eropa khususnya di Utara dan Barat Eropa yang kemudian menjadi tempat berkembangnya bir.

New Castle Brewery di Inggris mengolah 1.000 botol Tutankhamun Ale berdasarkan sebuah resep kuno yang telah berumur 3.200 tahun yang ditemukan di kuil matahari Ratu Nefertiti.

Bir menjadi minuman yang disukai dan dikenal banyak kalangan di Eropa. Membuat bir di kalangan masyarakat tidaklah asing, bahkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka.

Pada jaman pertengahan di Eropa, banyak ilmuwan yang menciptakan cara untuk mempermudah kegiatan manusia. Dengan teknologi yang masih sederhana, mereka mulai memproduksi bir secara massal dan mulai menjualnya seperti para biksu/rabi. Inilah awal mula perdagangan bir. Karena bir ternyata mempunyai nilai jual, maka saat itu banyak bermunculan pusat pembuatan bir/brewery di Eropa.

Dalam perkembangan ilmiah dan teknologi seperti yang ditemukan selama Revolusi Industri Eropa pada abad ke-18 membuat proses pembuatan bir selangkah lebih maju dan berkembang pesat berkat penemuan alat pengolahan serta teknologi pembuatan bir seperti: Thermometer – alat untuk mengukur suhu selama proses pembuatan bir. Steam Engine – alat untuk proses pembuatan bir skala besar. Hydrometer – digunakan untuk mengukur berat cairan spesifik dalam proses pembuatan bir, berat spesifik alkohol adalah yang diukur.

 

Lalu pada abad ke-19 Louis Pasteur, ilmuwan terkenal dari Perancis menyarankan kepada para pembuat bir untuk menggunakan yeast murni untuk proses fermentasi bir. Perjalanan panjang, evolusi bir dari ribuan tahun sebelum masehi hingga saat ini telah melahirkan lebih dari 40.000 jenis bir di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!