Aritmia (Arrhythmia)

Aritmia atau disebut juga disaritmia, yaitu irama detak jantung yang abnormal, di mana jantung berdenyut tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Gangguan irama detak jantung ini, bisa meningkatkan risiko stroke atau kematian mendadak.

Gejala inilah yang menyerang Bondan Winarno. Mantan jurnalis yang lebih dikenal sebagai presenter acara kuliner itu meninggal di penghujung tahun 2017. Pria yang populer dengan slogan “maknyus” ini mendapati kelainan irama denyut jantung yang dalam dunia medis, disebut aritmia.

Jantung bekerja memompa darah karena memiliki sistem otomatisisasi listrik. Hal ini dimungkinkan berkat alat pacu jatung alami yang disebut dengan nodus sinoatrial.

Hal utama penyebab terjadinya gejala aritmia ini, biasanya disebabkan karena stres, latihan fisik berlebihan, konsumsi obat-obatan tertentu hingga masalah medis lainnya.

Gejala yang paling umum adanya jantung yang berdebar dengan rasa tak nyaman, serta gerakan di sekitar dada. Selain itu, gejala lainnya adalah merasa lelah hingga tak bertenaga, nafas pendek, rasa sesak di dada, pingsan, sering buang air kecil, dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kalau orang sakit jantung terus mati mendadak, itu cara matinya kena aritmia. 91 persen mati mendadak itu karena aritmia. Penyebab dasarnya penyakit jantung koroner, tetapi cara matinya aritmia,” kata dokter spesialis aritmia Dr. dr. Yoga Yuniadi, SpJP(K) dalam konferensi pers di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Aritmia, yang terjadi sesekali selama beberapa detik, tak perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda memiliki riwayat menderita sakit jantung sebelumnya, serta sering mengalami detak jantung tak beraturan dan makin memburuk, segera periksakan diri ke dokter. Anda akan diminta menjalani tes monitor jantung, untuk memastikan apakah penyebab dari denyut jantung yang tidak beraturan, berkaitan dengan masalah jantung yang lebih serius.

Pada dasarnya, tidak ada penyebab pasti detak jantung yang tidak beraturan. Namun hal berikut bisa meningkatakan risiko terjadinya aritmia.

  1. Respon emosi yang kuat, seperti amarah, stres hingga rasa cemas.
  2. Latihan fisik yang terlalu menekan fisik.
  3. Konsumsi kafein yang berlebihan.
  4. Konsumsi nikotin.
  5. Terjadinya demam.
  6. Mengonsumsi obat demam dan batuk yang mengandung bahan pseudoephedrine, jenis obat penstimulasi.
  7. Menggunakan obat hisap asma yang mengandung bahan penstimulasi.

Berikut ini adalah empat bahaya aritmia yang harus diwaspadai:

  1. Hilangnya kesadaran, serta kepala pening akibat turunnya tekanan darah. Risiko ini lebih besar,  jika ada penyakit jantung bawaan dari lahir atau masalah katup jantung.
  2. Jantung yang tiba-tiba berhenti. Terjadinya aritmia, dapat mengancam nyawa, karena bisa membuat denyut jantung berhenti tiba-tiba, tanpa gejala apapun.
  3. Salah satu penyebab aritmia adalah atrial fibriltation, suatu kondisi di mana ruang jantung bergetar dan tidak berdetak sebagaimana mestinya. Kondisi ini  akan menyebabkan darah berkumpul dan membentuk gumpalan darah. Saat gumpalan darah sedikit melunak, aliran darah ke pembuluh arteri otak dapat terhenti dan menyebabkan terjadinya stroke.
  4. Gagal jantung. Jika jantung terus menerus berdetak kencang karena terjadinya aritmia, maka berisiko jantung berhenti seketika. Kontrol denyut jantung, agar aritmia tidak menyebabkan gagal jantung, serta dapat memperbaki fungsi jantung secara keseleruhan.

Aritmia biasanya akan sembuh sendirinya, jika tidak ditemukan penyebab medis yang harus ditangani.

Tiga hal berikut bisa menghindarkan Anda dari serangan aritmia:

  1. Mengurangi stres dan rasa cemas, dengan mempraktekkan teknik relaksasi, yoga hingga terapi menarik napas panjang dengan aromaterapi.
  2. Hindari obat-obatan maupun senyawa kimia dalam makanan dan minuman yang mengandung pemicu, termasuk kafein, nikotin, beberapa jenis obat dan minuman berenergi.
  3. Hindari konsumsi obat-obatan illegal seperti kokain dan amfetamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!