Luluh lantak ruangan itu. Ranjang berantakan. Kaca rias pecah berkeping, kursi dan meja berhamburan di lantai. Suami-istri itu terus memburu birahi, hingga sungguh membuat beberapa ruangan kamar itu bagai kapal pecah.

Apakah “foreplay” dengan acara penghancuran itu, bisa meningkatkan gairah? Apakah bercinta liar itu benar-benar bisa merusak segala peralatan di sekitarnya?

Tabloid Inggris The Sun pernah melakukan survei mengenai perilaku pasangan suami-istri di Inggris untuk mendapatkan kepuasan seksual. Hasilnya cukup mengejutkan. Satu dari tiga pasangan setelah melakukan hubungan intim yang seru, telah menimbulkan banyak kerusakan. Dan, 10 persennya mengajukan klaim. Kerusakan tersebut terjadi pada lampu, vas bunga, dan ranjang, termasuk gorden yang rusak berantakan.

Hasil dari jajak pendapat pasangan suami dan istri di seluruh Inggris menunjukkan, akibat kebiasannya melakukan hubungan intim seru. Mereka telah menghabiskan 350 juta poundsterling setiap tahunnya. Dari data itu, menyebutkan pasangan suami-istri di bagian South East, ternyata paling seru menimbulkan kecelakaan, dan pasangan di Yorkshire paling sering mengajukan klaim. Survei oleh jaringan toko Ann Summers itu dilakukan terhadap 2.000 pasangan. “Sungguh fantastis, ternyata mereka liar sekali,” kata Jacqueline Gold, bos Ann Summers.

Seorang pakar seksologi asal New York, Betty Dodson PhD menganjurkan, untuk menghasilkan seks hebat, idealnya aktivitas hubungan intim suami-istri (timsuis) di mulai sekitar dua hari sebelum hubungan intim yang sesungguhnya. “Tujuannya, agar tubuh mampu menampung energi yang terkumpul dan bisa mencapai jumlah tenaga yang optimal saat bersebadan untuk mencapai kepuasan bersama,” kata dia.

Kebiasaan seks bersama pasangan untuk mencapai kepuasaan, dilakukan Johan. Marketer di sebuah perusahaan otomotif ini mengaku, ia memiliki kebiasaan yang kerap dilakukannya bersama sang istri. Pria yang sudah dikaruniai tiga anak ini lebih lanjut bercerita, dua hari usai istrinya menstruasi selalu dicumbunya tanpa penetrasi. “Kalau istriku sudah penasaran, aku langsung menghentikan,” katanya tertawa.

Baru pada hari ketiga, lanjut lelaki berusia 40 tahun ini, “eksekusi” dilakukan di sebuah hotel. Tampil dengan busana seksi lingerie, kerap dilakukan istri Johan. Jika sudah demikian, keliaran di atas ranjang tak dapat dielakkan lagi. “Kalau di rumah, pasti diganggu anak-anak,” katanya, memberikan kiat.

Serunya adegan percintaan pria yang sudah dikaruniai tiga orang ini, terjadi saat merayakan ulang tahun pernikahannya yang kedua. Tanpa disengaja, mereka berdua memecahkan lampu ranjang hotel. “Sejak itu, sebelum gue Making Love (ML), istriku menyingkirkan lampu di sekitar ranjang,” katanya mengenang, kemudian tergelak.

Lain lagi dengan cerita Ihwan. Pialang di Bursa Efek Jakarta ini, tak pernah merusak perabotan kamar saat bercinta dengan istrinya. “Paling selesai bermain, gue cuma sakit pinggang karena terlalu hot,” ujar pria berkacamata minus dua ini. kata Ihwan, cedera pada pinggangnya terjadi sebulan sekali.

Untuk memperoleh seks seru tanpa ejakulasi dini, pria berusia 35 tahun ini, kerap mengonsumsi obat untuk menjaga stamina tubuh. Tujuannya, agar ia dan istrinya bisa melakukan orgasme berkali-kali. “Kalau sudah bermain liar, biasanya ejakulasi gue lama dan bisa empat kali,” katanya. Makanya, ia hanya mengonsumsi obat stamina sebulan sekali agar tidak sering mengalami sakit pinggang.

Sedangkan Yanti, sales promotion girl di sebuah perusahaan kosmetik, hanya mengalami kram di bagian pahanya. “Biasanya kalau pacar gue pakai gaya yang aneh-aneh. Pasti di tengah jalan gue kram,” katanya, malu-malu. Akibatnya, dara berusia 25 tahun ini tak ingin melakukan berbagai teknik bercinta. “Ya, paling yang standar saja. Dia di atas, gue di bawah,” katanya, lantas tersenyum. Ada-ada saja. (Haris M)

Related Posts

error: Content is protected !!