Problem memuaskan pasangan di usia paro baya, menjadi fenomena dan lika-liku kehidupan seks laki pada umumnya.
Aktivitas seksual dalam kehidupan rumah tangga memang bukan segala-galanya. Tapi, efek dari intimacy itulah bisa merambat pada kebahagiaan serta langgeng atau tidaknya mahligai rumah tangga. Padahal, seiring bertambahnya usia, daya seksual laki makin tak tentu.

Seorang pakar psikologi dari Pasadena, California, Neil Clark Warren, Ph.D., dalam bukunya, Catching The Rhythm of Love, tertulis: umur seorang laki bisa dijadikan barometer untuk mengukur kadar emosi dan gairah seksualnya. “Dengan mengetahui gairah seks laki pada penggalan usia, perempuan bisa memahami ‘harapan’ laki tentang seks dari pasangannya,” ujar Neil Clark Warren. Ia menambahkan, “Laki adalah mahluk yang penuh dengan petualangan seksual.” Nah, seperti apa sih gelora seks laki usia 30-40 tahun?

coupleUsia 30-an tahun.
Kadar testoteron tinggi dan gairah seks bergemuruh selalu dialami laki di usia ini. Tak heran, seandainya untuk urusan seks, laki rentang umur ini punya cara tersendiri, seperti selalu bercinta setiap waktu luang, mencapai klimaks, dan senang mengekplorasi berbagai posisi hubungan intim demi menyenangkan pasangannya. Dengan kata lain, lebih sering bercinta, lebih asyik.

Gaya seks lelaki di usia ini mirip fast food saat gairahnya menurun. Seks kilat atau quickie sex, jalur yang kerap ditempuh laki di usia ini. Namun, di balik itu, masalah ejakulasi dini dan aktivitas foreplay yang lebih lama, sudah teratasi. Bagi mereka, seks sangat berperan dalam keharmonisan rumah tangga. Ketidakserasian seksual dengan pasangan dapat memicu masalah rumah tangga golongan usia ini.

Laki usia 30-an tahun tak lagi mengenal just for fun ketika bercinta. Namun, kualitas dan kuantitas yang diperlukan. Nah, untuk menyenangkan hasrat seksual pasangan, laki ini biasanya akan lebih terbuka dan tidak egois. Di mata laki, setiap permainan seks pasti menyenangkan, kemudian disudahi dengan orgasme hebat.

 

Usia 40-50-an tahun
Life begin at forty. Ini bukan kalimat untuk menyenangkan Anda yang memasuki usia ini. Laki di usia ini memiliki satu nilai plus yang tak bisa dinilai dengan uang. Yaitu, kematangan psikis dan pengalaman. Di mata perempuan, pasti akan menikmati kenyamanan bercinta dengan laki usia baya ini. “Saat yang terbaik untuk perempuan merasakan hubungan cinta yang berkualitas,” kata Sharyn Hillyer, ahli terapi seks di Beverly Hills, Amerika Serikat.

Menurunnya produksi hormon seksual dan masalah rumah tangga yang bertumpuk, membuat hubungan seks jarang dilakukan. Biasanya, laki akan ketakutan jika tak dapat berereksi sesering mungkin seperti masa muda. “Pada usia ini, akan terjadi penyakit khas laki, yaitu krisis tengah baya ketika energi fisiknya sudah mulai menurun,” kata psikolog Larme Shanor, penulis buku The Sexual Sensitivity of the American Male.

Untuk mengatasi gairah menurun, para seksolog menganjurkan untuk tetap melakukan hubungan seks meski sedang tak sangat ingin. Caranya, Anda bisa memberikan kejutan dengan permainan seks yang dibalut suasana romantis. Gairah bercinta dijamin akan terbakar.
Ahli terapi seks dan konselor Julia Cole mengatakan, ketika masih muda, seks dengan orgasme sebagai tujuan. Tetapi ketika beranjak tua, “Pasangan lebih banyak menikmati sensasi dari permainan seks dibandingkan orgasme itu sendiri,” tandas Cole.

 

Laki Vitalseksual

Pada waktu lalu, Center for Maritial & Sexual Studies melakukan survei mengenai kehidupan seksual laki Indonesia. Hasilnya cukup mengagetkan. Berdasarkan jawaban responden di beberapa kota daerah dan Jakarta, terdapat perbedaan dalam beraktivitas seks selama satu minggu.
Untuk laki di beberapa kota seperti Medan, Surabaya, Semarang, Balikpapan, Palangka Raya, dan Jombang, melakukan hubungan seks 3-4 kali dalam seminggu. Sementara lelaki di Jakarta, hanya 1-2 kali dalam sepekan.

Robert Michael dan John H, ahli seks dari Amerika Serikat, mengungkapkan frekuensi hubungan seks yang normal dan sehat untuk laki berusia di atas 40 tahun minimal 2-3 kali dalam seminggu.

Tingkat penurunan daya seks laki di metropolis Jakarta juga dialami di kota-kota besar Eropa. Di Jerman, misalnya. Belum lama ini, muncul yang namanya komunitas laki vitalseksual. Survei terbaru PT Bayer HealthCare mengungkapkan rata-rata laki vitalseksual berusia di atas 40 tahun. Bagi mereka, kehidupan seks yang memuaskan sangat penting. Untuk itu, para lelaki ini sangat berharap kehidupan seks yang pernah mereka alami pada masa muda dapat dilakukan kembali.

Survei Bayer pun selanjutnya menulis bahwa 34 persen laki vitalseksual merasa khawatir tidak bisa memuaskan pasanganya. Bahkan, yang lebh menarik, untuk memuaskan pasangannya, para laki ini bersedia merujuk pada pertolongan medis. Yang mengejutkan lagi, 62 persen responden laki berani mengakui, “Terkadang tak mampu mempertahankan ereksi,” kata Margaret Fairhurst, selaku Vice President Global Sstrategic Marketing Bayer HealthCare pada siaran persnya.

Upaya mendapatkan kembali kehidupan seks normal, laki vitalseksual di Eropa dan Jakarta cukup berbeda. Di Eropa, para laki mendatangi tenaga medis atau psikiater berdua dengan pasangannya. Di Jakarta, umumnya masih malu-malu. (Haris M)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!