Inkontinensia Urin

Gaya hidup sehat:rutin berolahraga, tidak merokok, diet seimbang dan kurangi asupan gula. Dan bila tidak, Inkontinensia Urine pun siap mendera.

Inkontinensia Urin pada lelaki adalah hilangnya kontrol urin atau kebocoran urin tanpa sengaja. “Ini dapat menjadi masalah yang menyedihkan, dan mempunyai dampak yang mendalam pada kualitas kehidupan,” kata  dr. Nugroho Budi Utomo, SpU, Spesialis Urologi FKUI-RSCM

Seseorang yang mengalami Inkontinensia Urin maka ia menjadi tidak dapat menahan untuk buang air kecil,  mengalami basah akibat urin mengalir tiba-tiba, dan saat tertawa di sertai buang air kecil.

dr. Nugroho Budi Utomo

dr. Nugroho Budi Utomo, SpU

Hal itu terjadi karena melemahnya otot-otot kandung kemih, yang merupakan penahan keluarnya urin dari kandung kemih. Karenanya Inkontinensia Urin cenderung dialami mereka berusia lanjut. Namun, menurut dokter Nugroho, orang muda pun —  cenderung dan lebih tinggi jumlah perempuan terkena ketimbang lelaki  — bisa mengalami. Dan penyebabnya sebagai akibat dari menjalani gaya hidup yang salah. Di antaranya, jauh dari berkegiatan olahraga, perokok, dan kolesterol tinggi akibat tingginya asupan gula dan makanan tinggi lemak.

Adapun tipe-tipe Inkontinensia Urin adalah :

  • Overflow, yaitu urin dalam kandung kemih sudah terlalu penuh, dengan gejala rasa tidak puas setelah kencing karena urin sedikit keluar dan pancarannya lemah
  • Stress, saat batuk, tertawa, atau bersin, tak ter elakkan urin keluar karena terajdinya peningkatan tekanan dalam perut
  • Urge, ditandai dengan ketadak-mampuan menunda berkemih setelah sensasi berkemih mucul, akibat otot kandung kemih (otot destrusor) tidak stabil

Adalah mitos bila Inkontinensia Urin tidak dapat diobati. “Sangat bisa disembuhkan, namun memang diperlukan biaya yang tidak murah untuk pengobatannya,” kata dr. Nugroho.

Ilustrasi1

Seorang dokter secara khusus akan mempelajari riwayat untuk mempertimbangkan sifatnya, tingkat keparahan inkontinensia dan penyebab-penyebab yang mungkin timbul.

 

Karenanya sangat disarankan penderita Inkontinensia Urin bersegera menghubungi dokter ahli. Karena, bila kondisi ini dibiarkan maka pasien akan didera rasa tidak nyaman dan tentu akan menurunkan kualitas hidupnya.

Bukannya tidak mungkin, Inkontinensia Urin yang tidak diobati dapat menyebabkan  komplikasi, misalnya dapat menimbulkan  infeksi kandung kemih dan diabetes. Dan tambahan untuk pasien perempuan, akan melahirkan bayi yang besar. Sedangkan pada lelaki, juga akan menyebabkan prostat membengkak.

Pengobatan
Pengobatan Inkontinensia Urin bergantung pada penyebab yang mendasarinya dan tingkat keparahannya. Dokter Nugroho mengemukakan beberapa pilihan pengobatan:

  • Terapi perilaku. Membatasi cairan beberapa kali sehari, merencanakan kunjungan rutin ke kamar mandi yang disebut waktu buang air kecil dan latihan Kegel untuk memperkuat otot dasar panggul.
  • Pengobatan Beberapa pengobatan membantu Inkontinensia dengan menahan sinyal tidak normal yang menstimulasi kontraksi kandung kemih pada waktu yang salah. Beberapa pengobatan lainnya bekerja dengan mengurangi jumlah produksi urin. Jika pembesaran prostat adalah penyebabnya, ada pengobatan untuk memperkecil ukuran prostat dan meningkatkan pengosongan kandung kemih.
  • Dilakukan sebagai penyelesaian terakhir. Sfingter artifisial atau prosedur sling lelaki dapat membantu lelaki dengan lemahnya otot sfingter sekunder sampai kerusakan saraf atau operasi prostat sebelumnya.

Pencegahan
Meskipun Inkontinensia Urin tidak sepenuhnya dapat dihindari, namun dapat dikelola dengan mengubah gaya hidup, yakni:

  • Jangan minum terlalu banyak atau terlalu sedikit. Mengurangi asupan cairan untuk mengurangi urin dapat menghasilkan iritasi kandung kemih lebih lanjut dan memicu infeksi.
  • Hindari kafein dan minuman berkarbonasi yang bertindak sebagai perangsang kandung kemih.
  • Mengurangi berat badan, yang menyebabkan tekanan abdomen tambahan dan berhenti merokok yang menyebabkan batuk dan menghasilkan kebocoran.
  • Makan lebih banyak serat dengan menyertakannya dalam makanan Anda atau minum suplemen serat yang membantu mencegah konstipasi.

Lain dari itu yang takkalah penting dalam kesembuhan pasien dari ikontinensia urin adalah kehadiran dan peran keluarga. Dr. Nugroho Budi Utomo, memberi saran agar keluarga terdekat berperan aktif untuk tetap member perhatian, menuangkan kasih sayang, dan tak henti menanamkan rasa percaya diri, serta mengajak pasien melakukan berbagai aktivitas.

“Jadiintinya, inkotinensia urin tidak berarti menjadi penghalang untuk pasien bersosialisasi atau beraktivitas yang bermanfaat,” tambahnya. (Nayunda Hz)

 

 

Related Posts