Lima “Racun” dalam Dunia Kerja yang Mempengaruhi Hidup Anda

Sebagian besar dari kita, dalam satu titik kehidupan, pernah membiarkan lingkungan kerja kita dikelilingi hal-hal negatif. Meski, hal ini berdampak buruk bagi kehidupan kita baik secara emosi maupun mental.Tapi, kita tetap mempunyai pilihan yaitu bertahan dalam lingkungan kerja yang seperti itu atau mengundurkan diri

Inilaki.com — Jika Anda tidak bahagia di tempat kerja, penting untuk menganalisa alasan di balik semua itu dan lalu melakukan suatu tindakan. Apakah itu semua disebabkan oleh lingkungan kerja yang negatif?Berikut lima hal pada diri Anda atau yang ada di sekitar Anda yang dapat terpengaruh oleh “racun” di tempat kerja:

1. Energi

Mengeluh merupakan hal yang manusiawi. Tapi, terlalu banyak mengeluh akan menimbulkan energi yang negatif di tempat kerja. Lebih parah lagi, energi negatif tersebut akan menyebar dengan mudah dan cepat.

Apakah rekan kerja Anda banyak mengeluh, tapi tidak melakukan sesuatu untuk memecahkan masalah? Apakah Anda juga melakukan hal yang sama hanya supaya diterima?Ketika suatu masalah muncul, apakah saling tunjuk dan saling menyalahkan terjadi?

Hal-hal semacam ini biasa terjadi di organisasi-organisasi besar.Dan, hal itu sebenarnya “budaya” yang menyebarkan racun di tempat kerja. Selain menjadikan tidak produktif, juga tidak mendorong semangat tim atau akuntabilitas di mana keduanya merupakan nilai penting dari seorang pekerja.
Ketika seseorang terpapar energi negatif terus-menerus, sulit untuk tidak terpengaruh. Jika Anda mengetahui bahwa Anda merasa pesimis dan mengkritik pekerjaan Anda dan orang-orang yang bekerja dengan Anda, ada kemungkinan Anda tidak berada dalam lingkungan yang kondusif.

2. Semangat Tim

Apakah rekan Anda bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama atau mereka sepertinya mempunyai agenda pribadi? Apakah menusuk dari belakang, sesuatu yang biasa terjadi di tempat kerja Anda? Jika iya, mungkin Anda tidak mempunyai tingkat kepercayaan yang tinggi diantara kolega dan atasan Anda.

Kurangnya semangat tim merupakan hal yang buruk bagi perusahaan dan karyawan. Kita belajar dan tumbuh dengan lebih baik sebagai sebuah komunitas daripada dalam keterasingan.

3. Manajemen

Apakah atasan Anda percaya penilaian Anda dan mendukung Anda untuk bekerja secara mandiri?Atau, atasan Anda selalu mengawasi di setiap tahap pekerjaan Anda? Jika itu yang terakhir, kami dapat merasakannya.
Bekerja di lingkungan yang selalu dikontrol, meningkatkan keragu-raguan akan diri sendiri dan mengikis rasa percaya seiring dengan berjalannya waktu.

4. Persahabatan

Sebagai manusia, sebagian besar dari kita membutuhkan terhubung dengan orang lain. Itulah, mengapa media sosial menjadi bagian besar dalam kehidupan kita. Kita menikmati hubungan sosial yang bermakna. Apakah Anda mempunyai hubungan yang baik dengan teman-teman dan atasan Anda?
Kita menghabiskan rata-rata delapan jam per hari, lima hari di tempat kerja. Kedekatan dengan kolega meningkatkan produktivitas dan menjaga kita tetap termotivasi. Jika Anda mempunyai masalah pergaulan dengan rekan kerja Anda, Anda tidak akan menikmati waktu di kantor.

5. Penghargaan

Penghargaan merupakan salah satu ciri kunci lingkungan kerja yang sehat. Kepemimpinan yang gagal untuk menginspirasi penghargaan, pasti akan gagal untuk mempertahankan bakat. Sama halnya, kurangnya penghargaan diantara rekan sekerja akan menimbulkan konflik dan kebencian. Semua itu, berkontribusi sebagai racun di tempat kerja. Apakah Anda menghargai orang-orang yang bekerja dengan Anda dan sebaliknya? Jika tidak, mungkin itu bukanlah tempat kerja yang nyaman.

Anda tidak akan menemukan kantor yang sempurna di mana setiap orang mempunyai kesepakatan yang sempurna—bagaimanapun juga, keberagaman merupakan ciri penting sebuah perusahaan yang maju. Dengan demikian, meminimalkan drama dan hal negatif seharusnya menjadi fokus dari budaya perusahaan.

Jika Anda mengungkapkan keprihatinan Anda, tapi belum ada peningkatan yang berarti dan hal tersebut mempengaruhi mental dan emosi Anda, mungkin ini saatnya untuk pindah. Tidaklah penting untuk bertahan di tempat yang menambah stres yang tidak ada gunanya dalam kehidupan Anda. Hidup sudah cukup penuh dengan tantangan. *Russanti Lubis (Sumber: Jobstreet.com)