Orang terus menemukan cara untuk membuat versi baru dari diet yang telah ada atau memodifikasinya. Sebagai contoh, diet keto tinggi lemak kerap dimodifikasi mencakup dirty keto, lazy keto, dan clean keto. Dan kini, ada pola makan vegan nabati yang disebut dirty vegan.

Pola makan vegan sendiri menghilangkan semua produk hewani dari menu makanan kita, termasuk makanan laut, telur, susu, daging, dan unggas. Pola diet ini ketat dan dianggap sebagai gaya hidup bagi banyak pengikutnya, kata Melanie Boehmer, R.D di Lenox Hill Hospital.

Istilah dirty vegan merujuk pada mereka yang melakukan diet vegan, tapi kadang melonggarkannya dengan sesekali mengonsumsi produk hewani, menurut Boehmer.

Aktris asal AS, Lisa Rinna mempopulerkan istilah ini selama wawancara dengan majalah People. “Saya cenderung menyebut diri saya seorang dirty vegan. Saya biasanya mengonsumsi makanan berbahan tanaman, Tetapi jika saya perlu makan daging, saya akan memakannya,” kata Rinna kepada People. Perlukah mencobanya? Boehmer menganjurkan agar kita bertanya pada diri sendiri mengapa berniat mengikuti diet vegan.

Alasan tersebut akan membuat kita lebih mampu menjalaninya. Contohnya, bisa jadi kita menyukai steak tetapi ingin makan lebih sedikit produk hewani karena alasan lingkungan.

Jika itu niat kita, biasanya akan bertahan karena perasaan kita terhadap lingkungan mestinya tidak gampang berubah juga. Atau bisa juga kita mengikuti diet vegan karena kita menganggap diet tersebut dapat membantu menurunkan berat badan. Untuk tujuan ini, seseorang mungkin akan melonggarkan dietnya pada saat-saat tertentu.

Langkah terbaik menjadi seorang vegan Orang yang biasa mengonsumsi makanan serba daging bisa memulai dengan makan satu kali produk nabati sekali dalam seminggu, kata Boehmer. Sebaiknya cari cara sederhana untuk mengubah menu makanan. Jika kita biasa makan malam dengan sayur-sayuran dan daging, hilangkan daging dari daftar. Perlahan-lahan, kita bisa mulai mengganti produk hewani dengan produk dari tumbuhan sampai benar-benar menghilangkannya.

Namun jika kamu ingin menjadi dirty vegan, maka kamu bisa memilih waktu-waktu tertentu untuk mengonsumsi produk hewani. “Jika kita membuatnya mudah untuk diri kita, maka hal itu akan mudah,” kata Boehmer.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Diet Dirty Vegan, Perlukah Mencobanya?”, https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/12/150542620/diet-dirty-vegan-perlukah-mencobanya?page=all#page2.
Penulis : Gading Perkasa
Editor : Wisnubrata

error: Content is protected !!