Warning: file_exists(): open_basedir restriction in effect. File(/var/www/vhosts/e-preneur.co/public_html/inilaki.com/wp-content/db.php) is not within the allowed path(s): (/var/www/vhosts/e-preneur.co/:/tmp/) in /var/www/vhosts/e-preneur.co/public_html/inilaki.com/wp-includes/load.php on line 545

Notice: Only variables should be passed by reference in /var/www/vhosts/e-preneur.co/public_html/inilaki.com/wp-content/themes/valenti/option-tree/ot-loader.php on line 98

Notice: Only variables should be passed by reference in /var/www/vhosts/e-preneur.co/public_html/inilaki.com/wp-content/themes/valenti/option-tree/ot-loader.php on line 326
3 Pola hidup, Mencegah IBD – IniLaki.com

Waktunya mewaspadai penyakit Autoimun.  Merupakan suatu kondisi di mana sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh sendiri. Terbilang, ada ratusan jenis penyakit Autoimun, yang salah satunya sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau Radang Usus.

IBD merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan kelainan yang berhubungan dengan peradangan pada saluran pencernaan atau gastrointestinal.

Dr. Aru Sudoyo

Bertujuan agar masyarakat  lebih mengenal dan mewaspadai  penyakit Autoimun IBD, MCF (Marisza Cardoba Foundation), organisasi nirlaba — didirikan pada tahun 2012 oleh Marisza Cardoba (ODAI) dan Prof. DR. dr. Aru W. Sudoyo SpPD, KHOM, dan diketuai Dr Lilik Sudarwati A. S.Psi, MH —  yang menjadi mitra Pemerintah,  mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan Autoimun.

Dewan Pembina MCF, dr. Prasna Pramita Sp.PD,K-AI,FINASIM,MARS, yang juga narasumber medis pada kegiatan webinar edukasi Autoimun,  mengatakan bahwa IBD terdiri dari dua jenis penyakit yaitu Penyakit Crohn (PC) dan Kolitis Ulseratif (KU). KU adalah peradangan kronis pada lapisan terdalam usus besar atau kolon, sedangkan PC yang juga dikenal sebagai Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke dubur.

“Selain di usus, peradangan juga dapat timbul di luar sistem pencernaan, seperti di mata, kulit, atau sendi (artritis). Khusus pada penderita PC, sariawan atau luka bahkan dapat muncul di area kelamin,” jelas dr. Prasna Pramita.

dr. Prasna Pramitha

Dr. Prasna Pramitha

Menurut Dokter berparas cantik yang juga aktif membina belasan ribu orang dengan Autoimun (ODAI) di MCF,  penyebab pasti terjadinya peradangan gastrointestinal tersebut belum diketahui, namun diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh.

Lebih lanjut dr. Prasna Pramita menjelaskan bahwa PC lebih banyak dialami wanita, sedangkan KU lebih banyak diderita pria. Radang usus dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering ditemukan pada usia 15-30 tahun.

Selain penyintas Autoimun, seseorang dapat lebih beresiko mengalami radang usus dikarenakan beberapa hal yaitu merokok, memiliki riwayat infeksi, sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), tinggal di dekat kawasan industri, berusia di bawah 35 tahun, dan memiliki faktor genetik atau keturunan.

Ada serangkaian langkah untuk menegakkan diagnosa IBD, mulai dari pemeriksaan tinja hingga menggunakan alat khusus yang dilengkapi kamera untuk melihat lapisan rongga usus. “Pengobatan diberikan dengan target  remisi yakni gejala yang muncul mereda dan kekambuhan dapat dicegah. Karena seperti penyakit Autoimun lainnya IBD tidak bisa benar-benar disembuhkan,” lanjut dr. Prasna.

“Namun pada kasus dengan gejala berat yang tidak kunjung membaik, dibutuhkan tindakan operasi sesuai dengan jenis radang yang dialami pasien, seperti proktokolektomi yaitu pengangkatan seluruh usus besar pada kasus KU berat, atau pengangkatan sebagian saluran pencernaan yang rusak pada kasus PC,” jelas dr. Prasna.

Untuk mencegah terjadinya IBD, dr. Prasna menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, di antaranya :

  1. Memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Pilih sumber makanan sehat, bernutrisi utuh (minim proses), dan alami (bebas zat artifisial seperti pengawet, pewarna, penyedap, dan sebagainya). Hindari susu, alkohol, kafein, dan makanan pedas karena dapat menimbulkan keluhan diare. Selain itu, batasi konsumsi gluten dan makanan berlemak, serta perbanyak makanan berserat.
  2. Hentikan kebiasaan merokok karena dapat memperparah peradangan usus, khususnya pada PC.
  3. Olah raga rutin dapat mengembalikan fungsi normal usus dan juga mengurangi stres (Andriza Hamzah) Photo : Ist

Semangat Juang Nadia Karina, Di Tengah Autoimun

Penyakit Autoimun merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang tubuh sendiri. Ada ratusan jenis penyakit autoimun, salah satu yang sering diperbincangkan adalah Inflammatory Bowel Disease (IBD) atau Radang Usus.

Karena itu, perlu mewaspadai penyakit Autoimun yang penyebabnya  tak lepas  dikarenakan beberapa hal yaitu merokok, memiliki riwayat infeksi, sering mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), dan tinggal di dekat kawasan industri,

Demikian dikatakan dr. Prasna Pramita Sp.PD,K-AI,FINASIM,MARS.,  yang juga adalah Dewan Pembina MCF (Marisza Cardoba Foundation), organisasi nirlaba yang menjadi mitra Pemerintah,  dalam mengedukasi pentingnya penerapan pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan Autoimun.

Lebih lanjut dr. Prasna Pramita menjelaskan bahwa IBD terdiri dari dua jenis penyakit yaitu Penyakit Crohn (PC), lebih banyak dialami wanita, dikenal sebagai Crohn’s Disease, merupakan peradangan yang terjadi di seluruh sistem pencernaan, mulai dari mulut hingga ke dubur.  Dan,  Kolitis Ulseratif (KU), lebih banyak diderita pria, adalah peradangan kronis pada lapisan terdalam usus besar atau kolon,

Radang usus dapat terjadi pada semua usia, namun lebih sering ditemukan pada usia 15-30 tahun.

Adalah Nadia Karina Wijaya, Duta Autoimun MCF, berbagi kisah tentang  kondisi yang dialaminya ketika terdiagnosa PC. “Juli 2018 adalah saat di mana saya merasa berada di titik terendah kehidupan dengan gejala BAB berdarah atau hematochezia, yang tentu saja mempengaruhi aktivitas”.

Namun ia berhasil membangkitkan semangat juangnya, bahkan berhasil meraih prestasi dengan terpilih sebagai Puteri Indonesia Bali 2019. “Saya tidak ingin dibatasi oleh penyakit ini,” kenang Nadia di sela-sela kegiatannya sebagai Senior Consultant di sebuah firma audit empat besar Di dunia yang berpusat di London, Britania Raya.

Nadia pun mengajak agar mewaspadai ciri-ciri lainnya dari IBD seperti mual dan demam, nyeri perut atau kram perut, perut kembung, diare, selera makan berkurang, berat badan turun, tinja bercampur dengan lendir, kelelahan, peningkatan frekuensi buang air besar, serta penurunan berat badan.

Maka betapa pentingnya menjaga pola hidup sehat, di antaranya, memperhatikan jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi, dengan  perbanyak makanan berserat. Dan  batasi konsumsi makanan pedas karena dapat menimbulkan keluhan diare, menghindari  susu, alcohol dan  kafein. Beriring, berolah-raga rutin yang dapat mengembalikan fungsi normal usus dan juga mengurangi stres. (Titis Mawar Rani) Photo : Ist